Diskon Hosting

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Oktober 2017

Cara Jitu Mendapatkan Jodoh Bagi Jomblowan Pria

Jomblo seperti sudah menjadi momok menakutkan bagi para remaja maupun dewasa saat ini, padahal seharusnya tidak demikian. Mengapa sih semua orang berpikir bahwa rasanya ada yang kurang bila mereka tidak punya pacar/kekasih? hal ini diakibatkan karena tekanan dari lingkungan di sekitar orang-orang tersebut. Sinetron, tayangan televisi yang tidak mendidik mengajarkan orang-orang untuk berpacaran dan secara tidak sadar membentuk image bahwa jomblo adalah hal yang buruk. Begitu juga dengan keluarga, dan teman-teman sekitarnya secara tidak sadar pula menuntut seseorang untuk memiliki kekasih/pasangan. Lihat si anu sudah punya berapa anak, masa kamu belum menikah-menikah juga? tuntutan umur dan lain sebagainya.

Jika anda seorang pria berusia 17-22 tahun, janganlah berpikir untuk mencari pacar tetapi perluaslah pergaulan, raih prestasi dan ilmu yang baik, jangan terjerumus kepada kehidupan yang tidak baik. Sehingga nanti secara tidak sadar anda sudah banyak wanita yang melirik/memperhatikan.

Jika anda pria berusia 23-27 tetaplah konsisten untuk mencari penghasilan dan meningkatkan skill di bidang anda, sembari mencari tambatan hati yang cocok bagi anda. Kalau perlu buatlah list nama wanita yang ingin anda lamar (dilamar ya bukan hanya ditembak :D tapi tidak mengapa jika anda ingin menjadikannya kekasih terlebih dahulu kemudian baru melamarnya asal tidak kelamaan mengenalnya, mengapa demikian? karena karakter tiap orang berbeda-beda, ada wanita yang ingin mengenal lebih dalam sifat dari sang pria terlebih dahulu sehingga tidak memungkinkan langsung anda lamar.

Nah khusus bagi anda yang sudah di atas 27 tahun namun belum juga mendapatkan jodoh maka simak dan praktekkan super tips di bawah ini.
Berikut adalah beberapa tips yang sebaiknya anda yang masih jomblo lakukan dan tidak lakukan :

1. Curhatlah dan semakin dekat kepada Allah, jangan menumpahkan perasaan terlalu sering atau galau di media sosial, apalagi membuat status-status alay karena ini justru menurunkan kredibilitas anda sebagai pria di mata wanita. Semakin anda alay semakin anda dijauhi wanita.

2.  Bagi pria muslim bertakwalah, sholatlah 5 waktu berjamaah dan tepat waktu di mesjid. Tambahkan dengan sholat Dhuha 4 rakaat pada pukul 7.30 - 10.00 pagi, jika sanggup berpuasalah senin kamis karena dengan berpuasa dapat mengendalikan hawa nafsu.

3. Belajarlah berkomunikasi dengan siapapun dengan bahasa yang baik, hilangkan kata-kata kasar di benak pikiran anda. Belajar juga bahasa tubuh agar mengerti bahwa yang anda lakukan itu baik atau buruk. Contoh bertolak pinggang saat anda sedang ngobrol dengan lawan bicara adalah hal yang jangan anda lakukan.

4. Kreatiflah dalam melakukan pendekatan kepada calon pasangan hidup anda, caranya adalah dengan memanfaatkan skill yang anda bisa untuk menarik perhatiannya. Misal jika anda bisa sulap, maka banyak trik-trik yang memukau untuk membuatnya tersenyum sekaligus memerah rona mukanya. Jika anda ahli otomatif, maka anda bisa misalnya dengan menjelaskan kendaraannya, membantu orang tuanya jika ada masalah dengan kendaraannya. Atau juga bisa dengan berkata jujur jika anda hanya punya sepeda motor, maka katakanlah bahwa aku senang dapat mengantarkanmu pulang ke rumah dengan sepeda motor ini. dan lain sebagainya. Jika sang wanita matre atau menuntumu membawa mobil, maka tinggalkanlah wanita seperti itu segera. Karena wanita sholehah adalah yg terbaik untukmu dan tidak akan menuntut berlebihan. Bedakan antara memotivasimu agar menjadi lebih baik, dan dengan menuntutmu secara materi.

5. Sensitiflah sedikit terhadap perasaan wanita, cari tau mana yang menerima sinyalmu dan mana yang tidak menerima, atau yang hanya ingin mempermainkan perasaanmu saja agar kamu tidak membuang-buang waktu sia-sia.

6. Jangan terlalu hanyut dalam lagu atau musik-musik, apalagi yang sedih-sedih. Bagi yang muslim gantilah dengan mengaji karena siapa sih yang dapat menolongmu dengan berkata Jadilah maka Jadilah!

7. Berdoa dan bersabar tanpa batas, niscaya kau akan menemukan jodohmu yang tepat dan terbaik.

Jangan bermimpi kau akan mendapatkan wanita yang baik jika kamu saja belum berubah untuk menjadi pria yang baik.

List berikut silahkan anda isi untuk menilai diri anda sendiri :

- apakah perkataan saya sering menyakiti orang lain?
- apakah saya benar sudah bertakwa, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya?
- apakah harta yang saya peroleh halal atau haram?
- apakah sifat saya alay atau elegan?
- apakah saya mempunyai skill yang dapat dibanggakan oleh kedua orang tua atau keluarga?
- apakah saya hanya sibuk ngedumel setiap hari setelah membaca berita medsos dan kemacetan di kota?
- apakah aura saya negatif sehingga orang menjauhi?
- apakah saya takut dengan istidraj?
- apakah saya sering berbuat dosa?
- apakah saya jika bekerja suka tidak amanah dan menganggap main-main?
- apakah saya belum move on dari masa lalu?


Demikian semoga dapat membuka pikiran anda dan langsung dipraktekkan agar jodoh semakin dekat dan undangan pernikahan diumumkan.

Minggu, 15 November 2009

Effective Time Management

(Vibizmanagement - Leadership) - Pada satu kesempatan, di tengah-tengah kemacetan ibukota metropolitan Jakarta, tiba-tiba saya disadarkan oleh suatu kenyataan yang dialami oleh hampir semua masyarakat kota besar lainnya.

Kemacetan yang kita temui di perjalanan menuju tempat tujuan, apakah pagi, siang, sore, atau malam, ternyata bisa menyita kurang lebih 4 jam dalam sehari kehidupan kita. Bayangkan, 4 jam dikali 5 hari sama dengan 20 jam/minggu dikali 4 minggu sama dengan 80 jam per bulan waktu yang kita habiskan di perjalanan! 80 jam per bulan sepertinya terbuang dengan percuma. Dan kalau kita teliti kembali diantara waktu-waktu yang sedang kita jalani, ternyata masih terdapat jam-jam lain yang tidak produktif dan menjadi sia-sia.

Bagaimanakah caranya supaya kita dapat mengatur waktu-waktu yang kita miliki sehingga menjadi waktu yang produktif? Banyak teori-teori yang bisa dikaitkan untuk menanggulangi persoalan ini, tetapi salah satunya dan yang terpenting adalah dengan memiliki kemampuan untuk mengatur waktu.

Mengatur waktu dengan efektif ternyata berdampak sangat besar terhadap peningkatan produktivitas dan efek dominoya adalah akan mengurangi stress. Kegagalan para pekerja kantor dimanapun sebagaian besar adalah dikarenakan karena mereka dikendalikan oleh waktu dan bukan sebaliknya mengendalikan waktu dan mengatur dengan baik. Contoh kegagalan-kegagalan yang sering dialami yang disebabkan karena tidak dapat mengatur waktu dengan baik dan benar (efektif) adalah:
- target tidak tercapai
- pekerjaan tidak fokus
- kualitas pekerjaan yang menurun
- bekerja dengan tidak sistematis
- banyak pekerjaan yang terpending
- filling system kacau dan lain-lain

Mungkin kita telah mengetahui hal ini bertahun-tahun bahwa pengaturan waktu secara efektif akan meningkatkan produktivitas kerja. Atau pekerjaan yang terselesaikan dengan baik ternyata akan berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. Sehingga kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa pengaturan waktu secara bijaksana akan mengurangi stress dan meningkatkan kualitas dari kehidupan kita.

Di bawah ini adalah beberapa tips yang dapat kita kita terapkan sehingga kita dapat melakukan perbaikan untuk mengembangkan kualitas pekerjaan kita:
1. Miliki personal goals setiap hari
2. Tuliskan rencana yang akan dilakukan setiap hari dalam rangka mencapai personal goals.
Perencanaan harian akan membantu kita menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dan kita akan merasa hidup kita lebih terkontrol.
3. Susun aktivitas yang akan dilakukan berdasarkan prioritas kepentingannya. Pegang aktivitas-aktivitas ini sebagai schedule yang diusahakan dikerjakan semua dan jangan ditunda atau digantikan.
4. Jangan ragu untuk menggunakan alat bantu manajemen waktu. Ada banyak alat bantu tersedia, seperti, formulir “to-do-list”, “planner”, “chart”, dan masih banyak lain, baik yang konvensional maupun canggih. Atau anda bisa mencoba membuat formulir sesuai dengan kebutuhan anda. Bahkan, sebenarnya selembar kertas kosong pun sudah cukup. Yang terpenting adalah anda menuliskannya. Jangan mengandalkan ingatan.
5. Berani menolak tugas-tugas yang datang yang dirasa kurang esensial dan kurang mendukung pencapaian personal goals. Tetap fokus terhadap personal goals yang telah ditentukan
6. Jangan menunda-nunda sesuatu yang akan dikerjakan. Memang bagian tersulit adalah memulai. Terlebih lagi bila anda tak punya cukup bekal untuk mengerjakan suatu proyek. Jangan termangu-mangu. Jangan menunggu datangnya ide. Lakukan saja. Segera mulai pekerjaan anda. Jangan tunda-tunda lagi. Begitu anda memulai, anda akan mengetahui apa yang harus anda kerja. Pokoknya, mulailah. Jika anda bisa mengerjakannya sekarang,jangan tunda sampai esok.
Sementara kita sedang melakukan reinforcement untuk menerapkan ke 6 langkah di atas, maka ada 5 hal yang juga perlu untuk kita hindari:

Pertama:
Mudah terpengaruh terhadap hal-hal lain yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Tidak fokus terhadap pekerjaan dan kurang konsentrasi. Hal ini biasanya tergantung pada diri kita sendiri, adakalanya kita cepat tidak fokus ketika kita sedang melakukan sesuatu dan tiba-tiba ada chatting dari kawan atau ada telepon dari kawan, kita jadi tidak fokus apa yang sedang kita lakukan sebelumnya. Jika kita merupakan orang yang mudah tidak fokus pada sesuatu, cobalah untuk menjauhi dari penyebab-penyebabnya, misal matikan handphone ketika kita sedang fokus mengerjakan pekerjaan atau cari tempat yang bisa membuat kita dapat bertumpu pada fokus pekerjaan kita.

Kedua:
Gaya Hidup yang Tidak Sehat. Mungkin kita tidak menyadari telah menjalani gaya hidup yang tidak sehat seperti waktu tidur yang tidak cukup karena semalaman walking atau jalan-jalan diluar. Apalagi jika kita bekerja sendiri tidak ada atasan yang menegur, kita bisa bekerja kapanpun tetapi perlu di ingat bahwa kesegaran dan kesehatan kita berkaitan erat dengan kemampuan fungsi otak kita. Jika badan tidak sehat, kita pun susah untuk berfikir apalagi meningkatkan produktivitas kita.

Ketiga:
Membenci apa yang kita lakukan. Ketika kita tidak mempunyai keinginan atau minat yang mendalam mengenai apa-apa yang kita lakukan maka pekerjaan itu akan menjadi suatu tantangan yang berat. Kita akan selalu menganggap pekerjaan itu sebagai tugas bukan hal yang kita senangi. Sehingga kita akan mempunyai bayangan perasaan malas, berat untuk melakukan pekerjaan itu dan tentu hasilnya tidak akan menjadi hasil yang terbaik.

Keempat:
Kita Salah Dalam Mengatur Prioritas. Mungkin kita pernah merasakan juga ketika kita sudah melakukan pekerjaan seharian tetapi hasilnya tidak seberapa. Hal ini mungkin diakibatkan kita salah mengatur prioritas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu karena sangat penting dan mana yang bisa dilakukan setelahnya. Ketika kita mengatur prioritas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, hal ini berkaitan dengan pengaturan waktu sehingga kita bisa lebih produktif. Dalam sehari kita hidup 24 jam dan orang lain pun sama 24 jam, tetapi kenapa orang lain bisa lebih produktif dibandingkan kita?

Kelima:
Terlalu banyak Waktu ‘Istirahat”. Kadang-kadang kita tidak menyadari berapa waktu kita sehari yang terpakai untuk ‘istirahat’. Ketika kita sedang bekerja dan tiba-tiba ingin menghentikannya sejenak untuk ‘ngobrol’ dengan rekan atau chatting dengan kawan dan sebagainya, mungkin tanpa kita sadari kita telah ‘istirahat’ dan waktu kita untuk melakukan pekerjaan pun sudah berkurang. Istirahat penting bagi kita tetapi pandai-pandai lah dalam mengatur batas waktu ‘istirahat’.

Waktu bisa menjadi sahabat kita atau sebaliknya menjadi musuh bagi kita tergantung dari bagaimana kita memperlakukan sang waktu. Perlakukan sang waktu dengan baik dan benar, maka sang waktu akan memberikan hasil yang luar biasa. Tetapi sebaliknya saat sang waktu kita abaikan , tidak kita isi dengan hal-hal yang baik, maka waktu akan berlalu dan menjadi sia-sia.

(ir/AS/vbm)

sumber : http://mhs.blog.ui.ac.id/nurrohman

Jumat, 09 Oktober 2009

ISYARAT

Hmm kisah ini patut kita renungkan:


Suatu malam di sebuah rumah, seorang anak usia tiga tahun sedang menyimak sebuah suara. "Ting...ting. ..ting! Ting...ting. ..ting!"
Pikiran dan matanya menerawang ke isi rumah. Tapi, tak satu pun yang pas jadi jawaban.

"Itu suara pedagang bakso keliling, Nak!" suara sang ibu menangkap kebingungan anaknya. "Kenapa ia melakukan itu, Bu?" tanya sang anak polos. Sambil senyum, ibu itu menghampiri. "Itulah isyarat. Tukang bakso cuma ingin bilang, 'Aku ada di sekitar sini!" jawab si ibu lembut.

Beberapa jam setelah itu, anak kecil tadi lagi-lagi menyimak suara
asing. Kali ini berbunyi beda. Persis seperti klakson kendaraan. "Teeet...teeet. ...teeet! "
Ia melongok lewat jendela. Sebuah gerobak dengan lampu petromak tampak didorong seseorang melewati jalan depan rumahnya.

Lagi-lagi, anak kecil itu bingung. Apa maksud suara itu, padahal tak sesuatu pun yang menghalangi jalan. Kenapa mesti membunyikan klakson. Sember lagi!
"Anakku. Itu tukang sate ayam. Suara klakson itu isyarat. Ia pun cuma ingin mengatakan, 'Aku ada di dekatmu! Hampirilah!" ungkap sang ibu lagi-lagi menangkap kebingungan anaknya.
"Kok ibu tahu?" kilah si anak lebih serius.

Tangan sang ibu membelai lembut rambut anaknya.
"Nak, bukan cuma ibu yang tahu. Semua orang dewasa pun paham itu. Simak dan pahamilah. Kelak, kamu akan tahu isyarat-isyarat itu!" ucap si ibu penuh perhatian.

Di antara kedewasaan melakoni hidup adalah kemampuan menangkap dan memahami isyarat, tanda, simbol, dan sejenisnya. Mungkin, itulah bahasa tingkat tinggi yang dianugerahi Allah buat makhluk yang bernama manusia.

Begitu efesien, begitu efektif. Tak perlu berteriak, tak perlu menerabas batas-batas etika; orang bisa paham maksud si pembicara.
Cukup dengan berdehem 'ehm' misalnya, orang pun paham kalau di ruang yang tampak kosong itu masih ada yang tinggal.

Di pentas dunia ini, alam kerap menampakkan seribu satu isyarat.
Gelombang laut yang tiba-tiba naik ke daratan, tanah yang bergetar kuat, cuaca yang tak lagi mau teratur, angin yang tiba-tiba mampu menerbangkan rumah, dan virus Flu Babi dan Burung mematikan yang entah darimana sekonyong-konyong hinggap di kehidupan manusia.

Itulah bahasa tingkat tinggi yang cuma bisa dimengerti oleh mereka yang dewasa. Itulah isyarat Tuhan: "Aku selalu di dekatmu, kemana pun kau menjauh!"

Simak dan pahamilah. Agar, kita tidak seperti anak kecil yang cuma bisa bingung dan gelisah dengan kentingan tukang bakso dan klakson
pedagang sate ayam.

from:unknown reference

Hai Daddy..

Udah lama sih ini,,tapi bolehlah untuk mengingatkan para ayah yang workaholic :)

The Story :

Gaji Papa Berapa..??

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. 'Kok, belum tidur ?' sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, 'Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?' 'Lho tumben, kok nanya gaji Papa? Mau minta uang lagi, ya ?' 'Ah, enggak. Pengen tahu aja,' ucap Sarah singkat. 'Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi,
gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?' Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.

Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. 'Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong'
katanya. 'Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur' perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, 'Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?' 'Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek mau mandi dulu. Tidurlah'. 'Tapi Papa....' Kesabaran Andrew pun habis. 'Papa bilang tidur !' hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, 'Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih' jawab Andrew 'Papa, aku enggak minta uang.

Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini'. 'lya, iya, tapi buat apa ?' tanya Andrew lembut.

'Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga.Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau
pinjam dari Papa' kata Sarah polos. Andrew pun terdiam. ia kehilangan
kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.

Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk 'membeli' kebahagiaan anaknya.

Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya....

Kamis, 08 Oktober 2009

KETIKA MULUT TAK LAGI BERKATA

Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON.

KETIKA MULUT TAK LAGI BERKATA

TAUFIQ ISMAIL

Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, " Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?" Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata.Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, " Chris, maaf ya, macet. Sori." Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi,

A'udzubillahi minasy syaithonirrojim."Alyauma nakhtimu 'alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun" saya berhenti. Maknanya, "Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan." Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!
Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon," Chris, alhamdulillah selesai". Chrisye sangat gembira.Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah.
Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali. Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye â€Ã¢€Å“ Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:
Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir.
Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.
"Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65..." kata Taufiq . Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq , tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu.Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia , saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang!

Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!
Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan.Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benarbenar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.
Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya.Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak. Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.
* *
Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut.
Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. "Kenapa Bang, kurang?" Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. "Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun 'kan ?"
Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.

* *
Pada subuh hari Jum'at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin. #

Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye

Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya.... sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu yang hina

1997

Informasi menarik

Signup Paypal Free

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.